Recent Posts

Contributors

Manfaat Shalat Berjamaah Menurut Pengalaman Saya

Saturday, 9 September 2017

 

  Jujur saya bukan orang yang rutin shalat berjamaah. Kadang hanya waktu maghrib saja ditambah waktu isya jika tidak sibuk sedangkan 3 waktu tersisa, saya melakukan shalat sendiri entah itu di rumah atau di warung kopi. Jika kamu tidak percaya, tanyakan pada bang Rio. Saya termasuk kawannya yang paling malas ke mesjid jika masuk waktu shalat. Saya tertarik untuk shalat berjamaah di setiap waktu shalat itu karena melihat sahabat saya Muhammad Hanif. Jika pergi ke Banda Aceh, saya dulu sering menumpang nginap di rumahnya di Lamteumen. Nah, jika tiba waktu subuh, Hanif selalu membangunkan saya kemudia mengajak untuk shalat subuh berjamaah di mesjid Seutui. Namun saya selalu menolak dan memberi alasan untuk shalat dirumah saja. Hanif tidak menyerah hingga akhirnya saya menerima tawaran tersebut dengan pertimbangan untuk minum kopi di Dapu Khupi setelah shalat, ini hal yang menarik pikir saya. Rupanya saya menemukan hal yang (jika dikatakan luar biasa pun terlalu berlebihan) luar biasa. Sensasi shalat berjamaah shubuh di mesjid memberikan pengalaman baru bagi saya. Sebenarnya kelebihan shalat berjamaah itu telah dijelaskan di dalam Al-Quran, Hadist Rasulullah dan pengalaman para sahabat serta ulama. Mungkin kawan-kawan lebih mengetahuinya daripada saya. Namun saya ingin juga membagikan pengalaman terkait shalat berjamaah. Itu bukan berarti saya sekarang sudah rutin melakukan shalat berjamaah, hanya saja setiap melakukan shalat berjamaah saya selalu menemukan pengalaman tersebut.

Shalat Berjamaah Subuh, Foto : Akbar Rafsanjani

  Selama saya bersama Hanif, saya menemukan bahwa sesibuk apapun dia, selalu menyempatkan diri untuk pergi ke mesjid, melaksanakan shalat berjamaah. Pernah sekali ketika kami berencana menonton film "Assalamualaikum Beijing" di Amel Convention Center Banda Aceh, Hanif memilih untuk menonton setelah shalat isya berjamaah di mesjid. Saya bersama Muharrir, sepupu Hanif memilih shalat isya setelah menonton. Sejak hanif pergi melanjutkan studi di Wuhan, China, saya masih sering mencoba untuk menjaga shalat agar tepat waktu dan secara berjamaah. Walaupun kadang-kadang hanya waktu maghrib dan isya saja. Baiklah, saya akan menceritakan pengalaman apa saja yang didapatkan ketika shalat berjamaah.

   Pertama, saya selalu mendapatkan teman baru ketika setiap kali melakukan shalat berjamaah. Setelah salam biasanya orang disamping kita akan menawarkan menjabat tangan. Saat menjabat tangan mereka pasti melemparkan senyum kepada kita, terlihat sederhana, tapi itu bisa dengan spontan mengubah mood saya. "Masih ada orang yang senang kepada saya" saya membatin. Hal ini terkadang bisa berlanjut dengan sedikit mengobrol diluar mesjid, diparkiran. Dan berlanjut di warung kopi. Teman baru bisa menghadirkan fikiran positif baru bagi kita.

  Kedua, kita bisa dengan nyaman melakukan sesuatu tanpa mengingat "apakah saya sudah shalat?", atau terburu-buru agar bisa shalat dalam waktu. Karena shalat berjamaah dilakukan di awal waktu. Setelah itu kita bisa melakukan aktifitas apapun hingga masuk waktu shalat berikutnya. Misalnya saya biasa nongkrong di warkop dari pukul 10 pagi, saya bisa melanjutkannya hingga pukul 4 sore, setelah melakukan shalat dzuhur di awal waktu, tanpa khawatir belum shalat dzuhur.

   Ketiga, ada hal yang tidak bisa diceritakan. Ada kenyamanan dan kebahagiaan (entah kata ini bisa mewakili) yang datang tiba-tiba. Misalnya, saat saya menginap di rumah sakit Mufid Sigli. Saat itu bapak sakit parah, beliau mengalami gagal ginjal. Setiap malam tidak bisa tidur karena terus-terusan muntah. Saya pun tidak tidur. Saat jam menunjukkan pukul lima subuh, alunan lantunan ayat Al-Quran mulai terdengar dari menara mesjid Al-Falah Sigli. Saya segera turun berencana shalat subuh disana. Alasannya karena kamar mandi di rumah sakit tidak membuat saya nyaman. Sesampai disana, ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan dengan tulisan. Seolah ada semangat dan rasa senang yang terpompa dari suatu arah ke dalam tubuh. Sehingga saya berfikir jika seseorang mengatakan tidak merasa memperoleh kebahagian, mungkin dia melewatkan shalat berjamaah di mesjid. Dulu pernah seorang sahabat di pesantren menceritakan kepada saya bahwa dia tidak merasa bahagia. Saya menyarankan kepadanya untuk shalat berjamaah. "Kamu akan menemukan kebahagiaan disana" kata saya. 

Orang tua menunggu shalat berjamaah subuh di mesjid Al-Falah Sigli


  Ide untuk menulis tulisan ini muncul setelah melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di mesjid  Al-Falah Sigli. Lama tidak melakukan shalat dzuhur berjamaah di sana. Saat itu pun karena ada janji untuk membuat video belajar bahasa Inggris dengan kak Dhian, jadi jika telah melaksanakan shalat dzuhur, tidak akan khawatir sekalipun terlambat selesai pembuatan videonya. Ketika melaksanakan shalat, seperti biasa ada perasaan senang. Seolah-olah ada banyak orang dalam shaf berjamaah tersebut yang terus mendukung kita untuk tetap semangat. Dan tentunya ada Allah yang selalu bersama kita.

No comments:

Post a Comment