Recent Posts

Contributors

Mummy, Ahmanet, dan Cleopatra (wanita-wanita Mesir yang berkuasa)

Friday, 11 August 2017

Ahmanet, dalam film Mummy 2017

Saya penggemar film Mummy, bagaimanapun ceritanya. Seperti film The Mummy yang terakhir ini, banyak dari komentar yang saya baca di review IMDB, menyesalkan film Mummy yang dibintangi oleh Tom Cruise ini. Mungkin ada benarnya, film ini tidak terlihat seperti film-film Mummy sebelumnya, yang dengan khas Mesir kuno, atau China kuno (salah satu yang dibintangi Jet Li).

Alasan saya suka film Mummy, karena terobsesi dengan Mesir kuno. Saya suka pelajaran sejarah sejak dari  sekolah dasar. Menonton film Mummy bisa memberi stimulan untuk giat membaca,  terutama buku-buku sejarah. Karena masa lalu yang kita baca, kadang hanya membentuk realitas dalam kepala kita sendiri, dengan cara kita. FIlm sebagai media audio visual bisa membantu kita membandingkan dua realitas, realitas yang berhasil diciptakan sang sutradara, dan realitas yang hidup dalam kepala kita sendiri. Itu alasannya salah satu genre film yang saya suka adalah film sejarah/kolosal. Entah dibuat berdasarkan sejarah yang kongkrit, entah ditambah bumbu  oleh  sutradara. Yang jelas sejarah juga buka hal yang kongkrit dan final.

Seperti menonton film Queen of the Dessert, bisa memberi semangat kembali kepada saya untuk membaca buku History of the Arabs karya Philiph K Hitti yang tebalnya enam ratusan halaman. Saya tidak  bisa menilai film mana yang bagus, atau tidak. Seperti halnya makanan, saya tidak terlalu pandai memberikan predikat mana makanan yang enak, dan mana yang tidak. Bagi saya,  film bisa memberi stimulan bagi saya untuk mencari pengetahuan baru,  melalui buku dan seumpamanya.

Relief Cleopatra dan Putranya, di Kuil Dendera (Batamtoday)

Minat saya pada Mesir kuno, membawa saya untuk membeli majalah National Geographic Indonesia edisi Juli 2011. Itulah pertama kali saya berlangganan majalah Nat Geo. Pada edisi ini ada artikel tentang Cleopatra, Firaun Mesir yang sangat terkenal. Menonton film Mummy yang menceritakan tentang putri Firaun, Ahmanet, membuat saya untuk mencari lagi majalah Nat Geo edisi Cleopatra. Saya belum pernah mendengar tentang Ahmanet, putri Firaun yang gila kekuasaan, hingga bersekutu dengan Dewa Seth (Dewa Kematian Mesir Kuno) untuk menjadi Firaun. Selain Cleopatra, sebenarnya ada seorang Ratu Mesir yang pernah memerintah sebagai raja, dialah Hatshepsut. Ada juga Nefertiti. Mereka adalah wanita-wanita Mesir yang berpengaruh. Terlepas dari kisah Ahmanet yang malang, dibalsem hidup-hidup, kemudian diasingkan jauh dari Mesir (dibawa ke Mesopotamia), kemudian dibangkitkan kembali oleh kecerobohan Nick ( Tom Cruise ), sebenarnya Cleopatra lebih menarik untuk di "Mummy" kan. Cleopatra adalah selebritas pertama dunia. Bicara Cleopatra, sama seperti Firaun. Dia bukan satu orang. Cleopatra yang termasyhur adalah Cleopatra VII yang lahir sekitar tahun 69 SM. Ia merupakan keturunan dari Ptolemeus dari Makedonia yang berhasil mengalahkan penjajah Persia sehingga dianggap pahlawan oleh bangsa Mesir. Dia adalah jenderal dari Alexander Agung.  Ptolemeus naik tahta sebagai Firaun Mesir pada 304 SM, setelah Alexander menaklukkan Mesir pada 332 SM dan wafat pada 323 SM.  Cleopatra inilah yang dengan anggunnya menundukkan dua pria besar Romawi, yaitu Julius Caesar dan Marcus Antonious. Bersama Julius Caesar, kaisar Romawi yang terkenal itu, Cleopatra dikaruniai seorang anak laki-laki yang abadi bersamanya di dinding kuil Dendera, salah satu gambar yang mencamtumkan namanya. Gambar pada kuil itu menunjukkan ia sedang menjalankan peran sebagai Firaun dengan menyajikan persembahan kepada dewa. Kehadiran putranya dari Julius Caesar didalam gambar ini adalah propaganda guna memperkokoh kedudukan sang putra sebagai ahli warisnya. Suami kedua Cleopatra adalah Marcus Antonious, seorang pecundang asal Romawi yang berhasil dibujuk Cleopatra untuk merebut tahta dari Julius Caesar. Setelah Julius Caesar terbunuh, ahli warisnya Octavianus berperang melawan Antonius untuk merebut kendali atas Kekaisaran Romawi selama lebih dari satu dasawarsa. Pasuka Octavianus memasuki Alexandria pada musim panas 30 SM. Cleopatra membentengi dirinya dibalik pintu-pintu besar musoleumnya,di antara tumpukan emas,perak, mutiara,benda seni, dan harta lainnya. Dia bersumpah akan membakar semuanya agar tidak jatuh ke tangan bangsa Romawi.

Kuil Taposiris Magna di Alexandria (Needa News)

Apa yang ditinggalkan oleh Cleopatra yang sangat terkenal hingga saat kini? jawabannya adalah Alexandria. Kota Alexandria adalah warisan terhebat dinasti Ptolemaik dari Makedonia. Alexandria memiliki badan jalan selebar 32 meter, pilar-pilar dari batu gamping yang berkilauan, sejumlah istana dan kuil di tepi pantai yang dijaga oleh mercusuar yang menjulang, konon merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia purba, di Pulau Pharos. Di kota inilah, 18 abad sebelum revolusi Copernicus, Aristrachus mengajukan teori sistem tata surya heliosentris dan Eratosthenes menghitung keliling bumi. Di sinilah, Injil berbahasa Ibrani pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, di Alexandria.

Cleopatra mempunyai obsesi untuk menyamakan dirinya dengan Dewi Isis. Dia mengaitkan dirinya dengan Dewi Isis yang agung, dan Marcus Antonius dengan Dewa Osiris. Cleopatra melakukan tawar menawar dengan Octavianus agar Marcus Antonius diperbolehkan untuk dimakamkan bersamanya di Mesir. Cleopatra bermaksud memakamkan kekasihnya bersamanya, karena ingin mewujudkan  makna pemujaan sejati terhadap Osiris dan istrinya sekaligus adiknya, Isis. 


Dimana makam Cleopatra? Ini masih menjadi misteri. Teori terakhir menyebutkan bahwa ia dimakamkan bersama Marcus di Kuil Taposiris Magna, Alexandria. Namun seandainya makam Cleopatra akhirnya ditemukan, kehebohan di bidang arkeologi ini hanya bisa ditandingi oleh penemuan makam Raja Tut (Tutankhamun) oleh Howard Carter pada 1922.

Dimanakah engkau wahai Cleopatra? Tentu, dia dapat ditemukan di mana-mana. namanya tercantum pada mesin judi, papan permainan,penari eksotis, bahkan proyek pemantauan pencemaran lingkungan Laut Mediterania. Dia juga mengelilingi matahari sebagai asteroid 216 Kleopatra. Acara "ritual mandi dan gaya hidup amoral" khas Cleopatra dirayakan dengan menjadi inspirasi lahirnya sebuah parfum. Wanita yang pernah menjabat sebagai Firaun Mesir pamungkas, kini meracuni korbannya sebagai merek rokok paling populer di Timur Tengah. Sejak 1540 - 1905, lima pertunjukan balet, 45 opera, 77 sandiwara telah dia bintangi. Tujuh film, yang versi mendatang akan menampilkan Angelina Jolie. 

Chip Brown, peneliti sebuah Mummy, yang dia yakini sebagai Hatshepsut, ratu Mesir kuno. 


Note: Yang tertarik dengan artikel Cleopatra di majalah National Geographic, saya bersedia meminjamkannya, dengan syarat dijaga dengan baik karena itu merupakan harta berharga bagi saya. Sila whatsapp saya di 085277805052

3 comments:

  1. Marcus Antonius itu Mark Antony ya? Soalnya sering baca cerita kisah cinta Cleopatra dan Mark Antony yang berakhir tragis. Sama lah kayak Romeo dan Juliet. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar, bahasa latinnya Marcus Antonious, bahasa Inggrisnya Mark Anthony, sama juga kayak Saint Peter itu bahasa latinnya Santo Petrus

      Delete
    2. Kalo Jasmi Bakri bahasa latinnya apa? hahaha

      Delete