Recent Posts

Contributors

Into The Forest, mati lampu

Saturday, 15 October 2016
Beberapa hari ini, pemadaman listrik di beberapa tempat diberitahukan. Saya dapat kabar dari orang, atau baca di media sosial. Ada yang mati lampu dari pagi sampai sore selama 4 hari, ada yang selama 2 hari. Dan seperti biasanya, akan ada komplain, yang secara sopan atau menggunakan sumpah serapah. Itu menandakan listrik sangat dibutuhkan, bahkan tergolong kebutuhan primer. Kita sangat tergantung pada listrik, tidak bisa dibayangkan jika listrik tidak ada selama setahun.


Ketika kita lihat judulnya, akan teringat pada film pendahulunya yang fenomenal, Into The Wild. Film yang diangkat dari kisah nyata, seorang pemuda yang ingin hidup dihutan Alaska. Sementara, Into The Forest ini beda, mereka tidak bermaksud untuk tinggal dihutan, hanya karena listrik mati, seluruh kebutuhan pokok seperti bensin dan bahan makanan jadi menipis. Internet tidak bisa di akses. Sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ayah dan dua orang putri ini akhirnya harus berhemat tinggal di rumah mereka di pedalaman Dakota. Sepanjang kehidupan mereka tanpa listrik di hutan, banyak kejadian yang tidak diperhitungkan terjadi. Ayah mereka meninggal, kemudian sang adik mengikuti pacarnya ke Boston di timur karena ada kabar disana ada llistrik, namun tidak jadi pergi karena ingat akan kakaknya. Polemik demi polemik terus terjadi, dengan setting tempat yang hhanya di rumah itu, sutradaranya berhasil bercerita tentang animal instict  pada manusia, keterikatan keluarga,  survival. Film dengan sudut pandang bercerita yang unik. 

Trailer



Dan yang paling bagus adalah ketika sutradaranya berhasil menghadirkan cerita, dimana sang kakak melarang adiknya untuk hamil,  setelah tau adiknya bersama pacarnya. Dan kejadian tanpa diduga pun hadir. Kakak diperkosa oleh kawan ayahnya hingga hamil, dan dia sangat senang kehadiran bayinya itu. Akhir dari cerita, mereka meninggalkan rumah yang hampir roboh itu dengan cara membakarnya. Mereka berhasil move on dari kenangan yang terjadi di rumah itu. Semoga ini bisa jadi motivasi bagi penonton yang belum juga move on dari kenangannya haha

No comments:

Post a Comment