Recent Posts

Contributors

Flight Crew, membangkitkan kembali obsesi aviasi

Friday, 14 October 2016
 Tiga - empat tahun yang lalu dunia aviasi adalah obesesi saya. Saya bisa menghabiskan dua ratus ribu rupiah perbulan hanya untuk membeli majalah aviasi atau majalah yang ada berita aviasinya. Bukan berniat ingin jadi pilot, tapi hanya sekedar suka dengan dunia penerbangan. Setelah sempat mengikuti tweetnya @motulz ketika dia berada di pertunjukan tahunan Singapore Airshow tahun 2014, saya semakin suka dengan dunia aviasi. Begitu juga ketika insiden pesawat Sukhoi yang sedang melakukan tes penerbangan, menabrak gunung Salak. Saya sempat membeli 3 majalah Tempo yang membahas laporan khusus tentang peristiwa ini. Sebelum kejadian itu,  saya sudah tau adanya profesi Air Traffic Controller, yaitu pengatur lalu lintas udara di bandara, setelah membaca blognya Henry Manampiring yang mewawancarai seorang ATC Woman.



Dunia aviasi ini memang unik, profesi yang menuntut konsentrasi tinggi. Seorang pilot, ATC, dan profesi lain di dunia aviasi adalah kerja profesional yang mempertaruhkan nyawa manusia. Di film Flight Crew ini, Banyak isu yang diangkat, tidak sekedar cerita tentang sebuah pesawat yang berhasil mendarat secara darurat dan pilotnya mendapat penghargaan, tetapi ada harga sebuah keluarga, kemanusiaan, dan keberanian mengambil tindakan.Film ini mungkin terinspirasi dari Air Crew (Soviet, 1979). Film berbahasa Rusia ini dibintangoi oleh Sergey Shakurov, seorang yang sangat natural dalam memerankan Nikolai Gushchin, pilot percobaan yang dipecat dari Rusian Air Force, kemudian mencoba melamar jadi pilot penerbangan sipil.


Trailer



Pada beberapa menit pertama, film ini hanya menghadirkan kelebihan-kelebiaha si Gushchin dalam dunia penerbangan. Dia berhasil melewati tes simulasi dengan apik, mendaratkan pesawat dengan landasan singkat, dan mencoba keluar dari rintangan- rintangan yang bahaya. Film ini juga menampilkan kehidupan diluar dari seorang pilot, seperti yang terjadi di keluarga Kapten Lionid Zinchenko, anaknya yang keras kepala, istrinya yang kesepian. Begitu pulaa kisah cinta Gushchin dengan Alexandra yang merupakan seorang pilot wanita. Hingga pada scene mereka dipersatukan dalam sebuah penerbangan ke Asia, dan menerima pesan untuk melakukan penyelamatan di Bandara Kanwoo. Sebuah bencana alam, meletusnya merapi, menyebabkan bandara Kanwoo hancur lebur, dan ancaman larva membuat bandara itu tidak memiliki landasan pacu lagi, disinilah karakter seorang hero dari Gushchin ditampilkan oleh sutradara, memang gaya demikian sudah biasa, tapi penonton akan dibuat berhenti memakan pop corn di scene-scene penyelamatan tersebut.

Dulu ketika masih SMP, saya ada menonton film tentang pendaratan darurat pesawat, yang dilakukan oleh anak gadis, dipandu oleh seorang penumpang dewasa. Pesawat mereka dibajak, dan pembajak mati beserta pilotnya, saya lupa judulnya.

Tapi film Flight Crew ini sangat saya rekomendasikan, bagus.

No comments:

Post a Comment