Recent Posts

Contributors

Keseimbangan Hidup Dalam Analogi Matematika

Monday, 1 February 2016
                Wujuduha ka ‘adamiha

                Adanya seperti tiadanya,dalam matematika pernyataan ini bisa di bandingkan dengan penjumlahan antara  -1+1= 0 .
                Seimbang,begitu pula kehidupan kita di dunia.Segala sesuatu kejadian yang kita lalui sebenarnya hanya -1+1=0,tidak perlu terlalu memperhatikan -1 (analogi dari hal negatif atau kekurangan kita) atau terlalu fokus kepada +1 (hal-hal yang positif seperti kelebihan kita) sehingga membuat kita sombong dan mabuk kepayang.Kedua hal tersebut hanyalah 0.Semua manusia di dunia ini adalah perwujudan dari 0.Bilangan +1 yang kita miliki menutupi -1 yang ada pada manusia lain,bilangan -1 yang kita miliki ditutupi oleh +1 yang ada pada manusia lain,hasilnya? Nol.Seimbang bukan?
                Bilangan 0 adalah bilangan keseimbangan.Dalam garis bilangan,semua dimulai dari 0,apakah hendak menuju ke bilangan positif,atau negatif.Analogi yang tepat bagi kehidupan kita.Kita tidak perlu pesimis,merasa rendah ketika berhadapan dengan manusia yang lebih dari sisi finansial,pendidikan,ekonomi.Karena mereka mungkin menyandang bilangan -1  dari sisi kedekatan dengan alam,begitu pula sebaliknya.Anda dipuji,ini mungkin sisi +1 yang sedang diperhatikan.Anda dicela,sisi -1 Anda yang sedang dibicarakan.Semua itu hanya 0.Jadi berusahalah tampil dengan seadanya.Apa yang mungkin Anda berikan dengan kelebihan Anda,berikanlah kepada orang lain.Apa yang mungkin Anda terima dari kelebihan orang lain untuk menutupi kekurangan Anda,terimalah.Tidak perlu Idealis,bila kita terus mempertahankan kekurangan,hasilnya tetap tidak positif  {-1+(-1)= -2} ,bahkan bertambah nilai ke-negatif-annya.
                Hidup hanya soal cara pandang.Pikiran kita berkontribusi penuh pada kehidupan kita.Anda hanya perlu memilih apa yang hendak Anda pikirkan.Yang negatifkah atau yang positif.Mungkin kita tidak dapat menghindari pikiran negatif,tapi cobalah untuk berdamai dengannya.Kita bukanlah makhluk sempurna,dan kita tidak wajib untuk menjadi sempurna.Lakukan saja apa yang mampu,dan tinggalkan yang diluar kemampuan kita.Inilah makna berdamai dengan hidup.Bila begini cara pandang Anda,selalu ada hal baru yang membuat Anda bahagia.Anda akan begitu menghargai hal-hal kecil,menganggapnya sebagai anugerah dari Tuhan.Dari sinilah timbul rasa syukur.Tidak masalah Anda memasang target yang diluar kemampuan,tapi salah satu cara yang terbaik untuk itu adalah berusaha dengan kemampuan yang kita miliki buat mendapatkannya,bukan meratapi karena kita tak kunjung memperolehnya.

Anda memutuskan untuk menikmati kehidupan ini atau justru terus mengharapkan hal-hal yang belum ada ditangan Anda,ini pilihan.Karena yang membuat masalah Anda adalah Anda sendiri,kendalinya ada pada diri Anda,mereka yang di sekeliling hanyalah pembantu jalannya cerita hidup Anda.Jadi,mari nikmati kehidupan karena kita mengisi kekurangan orang lain,dan kita mennerima kelebihan dari orang lain atas kekurangan kita,dan hasilnya; draw (seri) tak ada perdebatan panjang untuk ini.

No comments:

Post a Comment