Recent Posts

Contributors

Mengapa Mencari Bahagia Jauh Disana

Saturday, 3 October 2015
Bahagia adalah sebuah kata sifat yang sangat ingin dirasakan oleh semua manusia. Kita akan melakukan segala macam cara untuk memperoleh kebahagiaan.Ada banyak cara untuk berbahagia, salah satunya adalah memenuhi keinginan nafsu. Jalan yang satu ini jelas butuh pengorbanan ekstra, bahkan harus mengorbankan rasa malu.Betapa tidak, sebagai contoh; berdasarkan pada kejadian yang kita lihat, seorang anak Sekolah Menengah Atas melihat temannya mempunyai kawan perempuan yang akrab,sebut saja pacar, berangan-angan dia akan sangat bahagia bila juga mempunyai pacar.Dia akan berkorban untuk mendapatkan hal tersebut.Bukankah ini akan mengorbnkan rasa malu.Mungkin mereka yang tidak pernah dididik oleh norma agama akan mengatakan tidak.Tapi kita harus sadar hidup dibumi belahan timur, walaupun sekarang sangat sulit membedakan bumi timur dan barat,karena budaya barat telah menginvasi timur.
Baiklah, itu hanya analogi untuk mengorbankan rasa malu untuk memperoleh kebahagiaan. Sebenarnya, ada salah satu cara yang lain untuk memperoleh kebahagiaan.Cara inilah yang diajarkan Allah dalam Al-Quran,diajarkan Rasul dalam Hadist,dipilih oleh para Ulama dan orang yang bijak.Karena cara ini sopan dan tidak harus mengorbankan rasa malu. Jadi bagaimana caranya agar bahagia? bersyukur, bersyukur,bersyukurlah terhadap semua yang telah dianugerahkan kepada kita.Kita kadangkala mengejar hal yang tidak kita punya, lebih karena sebab melihat orang lain bahagia karenanya.Padahal Allah telah menciptakan kita secara adil, memberi suatu kepada kita yang tidak diberikan kepada orang lain,begitu pula sebaliknya.Namun, kadang yang kita punya, seperti keahlian,tidak dipandang suatu kelebihan oleh orang lain.ini hanya suatu pengkondisian sosial,tapi tetp saja bersyukur,maksimalkan keahlian tersebut dengan kreatif.Harapan itu tidak salah, tapi coba dulu syukuri keadaan kita yang telah diberi Allah, kita akan merasakan kebahagiaan tiada tara. Cobalah sedikit demi sedikit, untuk tahap pertama,pura-pura bersyukur pun tidak apa-apa, itu untuk membiasakan. Sebuah contoh, Seseorang merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung karena dia tidak mempunyai pacar. Sudah beberapa kali dia menyatakan cinta kepada orang yang dia suka,ditolak. Apa solusinya? bersedih? tidak perlu, ingatlah hal-hal yang telah kita punya yang tidak pernah kita sadari, umpamanya kita punya banyak teman yang baik,yang selalu ingin menghibur dan memberi nasehat, yang ikhlas membantu. Kenapa kita justru bersedih dengan hal yang tidak kita punya, padahal justru kita punya kebahagiaan dari seorang teman yang telah lama kita punya.
Bercita-cita itu tidak salah, tapi lihatlah pula kadar kemampuan kita dan adat budaya. Bila juga kita punya cita-cita, berdoalah kepada Allah agar membantu kita meraihnya, dan jangan lupa pula kita selalu mengingat segala nikmat yang telah kita punya,agar jangan timbul pikiran "kita orang yang tidak beruntung,sial,dsb". Salah satu cara untuk bersyukur adalah dengan mengingat hal yang telah kita punya sambil mengucapkan Alhamdulillah,ucapkan sebanyak-banyaknya,dan ingat nikmat yang telah kita punya sambil melafalkannya.Sesungguhnya Allah itu maha adil, hanya saja manusia yang menginginkan, kadang,hal yang memberi mudharat bagi dirinya sendiri. wallahu 'alam.

1 comment:

  1. Karena bahagia butuh energi. Maka jangan habiskan dengan iri dengan kebahgiaan orang lain.

    ReplyDelete