Recent Posts

Contributors

Josef Mangele (Dokter genetik Nazi yang kejam tapi tidak pernah diadli)

Monday, 29 June 2015
     Josef Mangele adalah lulusan dari Universitas Frankfurt Jerman. Dia adalah salah satu penjahat perang Nazi yang tidak pernah diadili. Mangele berprofesi sebagai dokter dan ahli medis Nazi. Dia yang melakukan eksperimen terlarang kepada para tahanan di Kamp Konsentrasi Nazi Auschwitz, Polandia.
    Kisah bermula di Industri Farmasi I.G Farben. I.G Farben adalah tempat para dokter melakukan percobaan obat-obatan. Industri ini pertama didirikan tahun 1911 dan pada tahun 1935, Adolf Hitler mengambil alih industri ini dan kemudian me-Nazi-kannya.Dokter-dokter yang berseberangan paham dengan Hitler dibunuh, tapi terdapat beberapa dokter yang tidak dibunuh karena terlalu kuat pengaruhnya. Di I.G Farben inilah Josef Mangele melakukan eksperimen genetika. I.G Farben memiliki 10 laboratorium farmasi. Obat-obatan kimia hasil eksperimen Mangele dikirim ke Auschwitz.
    Obat-obatan yang diciptakan Mangele bukanlah untuk menyembuhkan penyakit, tetapi untuk melihat seberapa efektif zat kimia dapat membunuh manusia.Mangele mengerjakan proyek genetik, mengembangkan eksperimen untuk memajukan ras Arya. Korban eksperimen Mangele kebanyakan anak-anak. Bila kita mengunjungi meseum Auschwitz di gedung 6, ada terdapat foto-foto korban eksperimen Mangele, yang kebanyakan anak kembar. Salah satunya adalah Eva Moses dan Miriam. Dua saudara kembar ini berasal dari Hungaria. Menurut pengakuan mereka, setiap hari disuntik dengan cairan, tetapi tidak ada perubahan apa-apa padah tubuh mereka yang menandakan reaksi obat. Hingga pada beberapa tahun terakhir, salah satu dari keduanya memiliki masalah dengan matanya, mereka hampir buta. Dan berhasil sembuh kemudian berkat pertolongan dokter saat mereka telah bebas dari kamp Auschwitz.
Mangele berasal dari keluarga kaya. Pada tahun 1943 dia bergabung dengan Waffen S.S Nazi, sebuah divisi khusus militer Nazi. Dan pada tahun tersebut pula dia tiba di Auschwitz untuk melakukan eksperimen berbahayanya. Pada saat itu, banyak dari wanita Jerman dan Nordic meminta anggota S.S agar menghamili mereka, supaya ras Arya segera cepat berkembang. Josef Mangele menikah dengan Irene Schoinben.
  Di Kamp Auschwitz, Mangele menguji obatnya di suatu tempat penampungan manusia. Disana terdapat barak tiga tingkat yang sangat sempit. Para "tikus percobaan" Mangele tinggal disana dengan berdesak-desak.
    Pada tahun 1945, pengaruh Uni Soviet semakin meluas hingga ke Auschwitz. Ini merupakan kabar baik bagi tahanan Nazi disana. Hingga akhirnya Uni Soviet menguasai Auschwitz dan melakukan evakuasi tahanan kembali ke Jerman. Ada sekitar 60.000 yang berhasil bertahan hidup, sebagian besar mereka mati, sakit dan dalam kondisi sangat lemah. Setelah sadar Nazi telah kalah, dan akan diadili secara hukum, para petinggi Nazi melarikan diri dari Jerman, termasuk juga Mangele. Tapat 1 tahun 9 bulan Mangele melakukan eksperimen genetika di Auscwitz. Dia pergi ke Guinsburg, dan menjalin hubungan dengan mantan istri adiknya, Marta Maria Will. Pada  7 Mei 1945, Nazi jatuh dan semua petinggi Nazi diadili di Nuremberg. Tapi hanya 1 persen yang di adili. Mereka melarikan diri ke Argentina, termasuk Josef Mangele. Alasan mereka mudah ke Argentina, adalah ideologi semi-fasis jenderal Peron. Pada 20 Juni 1949 Mangele tiba di Argentina dengan nama samaran. Di Argentina dia disambut oleh organisasi Spider's Web, kumpulan orang-orang Jerman yang melindungi Nazi. Mangele ingin melupakan dosa masa lalunya dan ingin menjadi pria baru, tapi dia selalu dihantui rasa bersalah dan korban-korbannya di Auschwitz. Di Argentina dia melangsungkan pernikahan dengan Marta Maria Will, dan menceraikan istri pertamanya, Irene Schoiben. Gelar Akademik Mangele akhirnya dicabut oleh Universitas Frankfurt akibat perbuatannya.
Pada tahun 1956, dia pindah ke Colonia del Sacramento, Uruguay. Di Uruguay dia meneruskan eksperimen genetika berbahayanya di Fadro Farm Laboratory, sebuah Industri farmasi. 28 Agustus 1858, atas laporan Irene, istri pertamanya, keberadaan Mangele diketahui oleh Negara Republik Jerman baru. 12 Februari 1959 sampai surat perintah untuk kembali ke Jerman bersama hasil eksperimennya. Tetapi Mangele tak pernah kembali, dan tak pernah di adili. Pada akhirnya dia ditemukan di Bertioga, Brazil atas laporan 2 orang simpatisan Nazi. Jasadnya diperintahkan untuk digali atas tekanan media Israel. Tidak pernah berlangsungnya pengadilan terhadap si dokter hingga dia mati. Tetapi otopsi terhadap tulang belulang Mangele tetap dilakukan. Dan 99 persen hasil otopsi memang menunjukkan jasad yang ditemukan di Bartioga, Brazil benar Josef Mangele.

No comments:

Post a Comment