Recent Posts

Contributors

SIKAP YANG DINANTI ORANG DARIMU

Sunday, 26 April 2015
   Masing-masing kita pasti punya orang yang disukai (diidolakan), dalam arti yang universal, apakah bersangkutan dengan cinta, atau tidak.Sepeti murid yang mengidolakan gurunya karena sangat 'alim dalam segala ilmu dan ingin seperti beliau, sehingga si murid selalu mengikuti gerak-gerik guru tersebut, alangkah senangnya bila guru yang diidolakan itu memberi perhatian walau sedikit kepadanya, itu akan menumbuhkan semangat yang luar biasa pada sang murid.
  Masing-masing kita pasti akan jadi salah satu dari dua analogi diatas, bisa jadi berada pada posisi guru, atau murid. Suatu saat kita berada pada posisi murid, mengidolakan orang yang kita anggap melebihi kita pada ilmu, akhlak, dan sebagainya.Maka seperti cerita tadi, akan sangat semangatnya bila kita mendapat perhatian, tidak di-acuh-kan.Adakala kita berada pada posisi guru tadi, ada seseorang yang mengidolakan kita, kita begitu berarti baginya, mungkin hanya sekedar senyuman kita yang biasa-biasa saja, adalah pemberi semangat baginya.
   Analogi guru dan murid tadi hanya salah satu dari interaksi yang sebenarnya masih sangat banyak yang menyerupai interaksi tersebut, seperti para seniman dan penggemar mereka, pesepakbola dengan anak-anak yang menggemari, presiden dengan rakyatnya, ulama dan santri, atau bahkan dari dua orang yang tidak ada kelebihan pangkat satu sama lain, namun yang seorangnya mengagumi yang lain karena akhlaknya.
  Disini saya hanya ingin membahas jika kita berada pada posisi guru, menjadi seorang yang disukai orang lain, bagaimana cara kita menanggapi, berinteraksi, menghargai mereka yang suka kepada kita.Walaupun saya hanya mengkhususkan bahasan pada guru, namun kita tidak meninggalkan murid dengan begitu saja. Menjalani posisi guru akan menjadi baik jika kita pernah merasakan bagaimana kita sangat menyukai seseorang, mengidolakan mereka, sebagaimana dilakukan murid.Seorang murid pasti sangat-sangat terpukul jika tahu bahwa dia tidak mendapat tempat dihati sang guru, dan muncul istilah "hancur hati" yang sebenarnya hanya kata yang tidak bisa menerangkan perasaan sang murid. Ini menjadi pedoman kita jika berada pada posisi guru, setidaknya jangan begitu dingin pada orang-orang, yang secara tidak kita ketahui, mereka sedang berada pada posisi murid, mengidolakan kita guru.Berikan perhatian pada mereka, lakukan yang berarti pada mereka.Bertindaklah bahwa guru juga menyukai murid membantu mereka. Kitalah guru yang menjadi (kadang) semangat hidup mereka murid.
  Rasulullah ketika membagikan harta ghanimah, dipanggil oleh seorang anak perempuan kecil.Dia ingin Rasulullah memakaikan kalung pada lehernya, kemudian sahabat Beliau menegur anak tersebut karena hal itu tidak sopan (hal ini wajar, karena sahabat adalah yang sangat menghormati Rasulullah), kemudian Rasulullah datang sendiri membawa kalung hasil ghanimah itu dan mengalungkannya pada leher anak tersebut, dan memeluknya, anak tersebut kemudian menangis terharu, tidak pernah seorangpun menghormatinya seperti Rasulullah setelah ayahnya syahid dalam perang

No comments:

Post a Comment