Recent Posts

Contributors

Ikut Acara Aceh Documentary Competition 2014

Saturday, 31 May 2014
Malam perkenalan peserta ADC 2014

           Awalnya sih ga niat ikut, tapi pas satu malam, kami dari Komunitas Pakaian Adat Aceh diundang untuk musyawarah oleh organisasi GAMIS (Gerakan Muda Islam Pidie) yang diadakan di Pesantren Asasul Iman Blang Asan Sigli.Pas nyampe sana, bang Muhajir yang memang rada aneh orangnya (terobsesi sejarah red hihi) langsung punya ide buat ADC 2014,yang kebetulan temanya "the soul of culture".Trus apa yang jadi inspirasinya? jadi, di pesantren itu ada dua bangunan bale yang klasik banget, terbuat dari bambu dan beratap rumbia, dan tau gak? bale kolot itu (kok kolot sih?) terletak diantara bangunan-bangunan elit Blang Asan.Iya,  Blang Asan adalah kawasan elit di kota Sigli, tempat senator-senator kelas kodok tinggal :D (yang tersinggung, maaf ya, just a joke).Nah kan tampak kali tu konfliknya? ditengah-tengah istana gitu, masih ada aja satu gubuk reyot, lebih ( ga ada kurangnya hahaha) begitulah konfliknya.Yang serunya lagi nih, disana anak-anak diajarkan metode pembacaan Al Quran yang memang udah klasik banget, yaitu metode pengajian "Qaidah Baghdadiyah" atau orang di Aceh sering nyebutnya "Quran ubit" atau "Quran aloh". Hal ini jadi konflik kedua, bagaimana tidak, di pusat kota yaitu mesjid Jami' Al Falah Sigli ada TPA Al-Huda (kalo ga salah namanya sih itu) yang menerapkan pengajian Iqra' bagi santri-santrinya.Sedikit penjelasan, 
Materi public speaking

          Qaidah Baghdadiyah itu adalah metode yang sudah dari dulu digunakan di Indonesia umumnya dan di Aceh khusunya, uniknya nih, kalau di Aceh untuk pengejaan huruf hijaiyahnya menggunakan bahasa Aceh.Jadi ini jelas bagian dari ruh budaya yang harus dipertahankan.Bahasa kan satu komponen dari budaya.Dan riset punya riset, saya yang semula hanya membantu bang Muhajir (kawanin sih tepatnya) untuk pergi ketempat itu, dan melakukan riset terhadap subjek, jadi tertarik untuk ikut serta dalam kompetisi ini.Kebetulan peserta lombanya 2 orang untuk satu tim.Apalagi kalo bidang pesantren, saya emang ahlinya ( yaiyalah, saya ini orang pesantren hahaha). Dan akhirnya kami mengirim proposal untuk ikut setelah beberapa hari riset di Pesantren tersebut. Dan dan dan kami lolos dari seleksi peserta tahap pertama yang menyisakan 20 tim, dan lolos lagi dalam seleksi peserta yang menyisakan 10 tim.Ketika telah sampai ditahap ini, peserta di undang ke Banda Aceh untuk pertanggung jawaban ide dari cerita masing-masing di hadapan juri dalam present forum. Bila nantinya terpilih kedalam 5 besar,  ide kita akan diproduksi menjadi film ( seru waaak,jadi sutradara). Nah berikutnya akan saya ceritakan lagi,apakah kami lolos atau tidak :).

No comments:

Post a Comment