Recent Posts

Contributors

KALAM FALASIFAH

Sunday, 20 April 2014
Alkisah nyata, seorang sahabat saya berubah, berbeda dalam
memandang agama islam, entah kenapa, dari sisi yang lain, dia
mengomentari setiap hal agama dengan nalarnya sendiri.
Pernah sekali dia mengomentari cerita dari kitab yang saya posting
di note facebook.Cerita tentang seorang pemuda yang sungguh-
sungguh ingin menikahi putri raja (Anda bisa membacanya di sini
cherinmars.blogspot.com/2011/08/sungguh-sungguh.html?
m= ).Komentarnya, cerita itu hanya bumbu untuk memantapkan
hadist, bukan kisah nyata.Saya sangat tidak setuju,bagaimana
mungkin ulama salafus salih berdusta dalam menulis kitab.Saya
coba mencari bukti yang mendukung cerita mereka.Akhirnya, Allah
memberi juga pencerahan.Salah satu artikel yang ada di National
Geographic edisi Maret 2012,berkisah tentang kemegahan laut
arab, Laut-Laut Arab.Dalam artikel tersebut,Kennedy Warne
menulis, Zaman dulu, mutiara bagaikan berlian,seperti kata
pujangga Mesir Muhammad Hafiz Ibrahim satu abad silam "Akulah
sang laut, dikedalamanku semua harta berdiam, pernahkah mereka
menanyai penyelam tentang mutiaraku?
Pada masa Hafiz, mutiara adalah sumber daya paling berharga di
teluk Persia, dan 70000 orang terlibat dalam
mengumpulkannya.Berburu mutiara juga merupakan kebanggaan
budaya yang mendalam, bagian dari tradisi kelautan yang sama
arabnya dengan gurun pasir dan kurma.Lalu datanglah minyak,
dan cara hidup melaut yang telah bertahan ribuan tahun pun sirna.
Sayang,dia tidak membaca ini.Dengan disiplin ilmu yang dia geluti,
dia berani membuat seolah-olah para muallif pengarang kitab
kuning hanya berbohong agar manusia jadi taat.Sahabat saya ini
berubah sejak masuk perguruan tinggi, mengambil fakultas
ushuluddin, yang pasti ada mata kuliah filsafat nya.Filsafat
najis,filsafat yg bercampur dengan pemikiran filsuf anti Tuhan
seperti Nietzsche, dan beberapa filsuf lain yang saya tidak ingin
mengingat nama mereka.
Dalam kitabnya, Imam saidi Muhammad Sanusi, telah menulis
bagaimana bahaya ilmu kalam yang telah bercampur dengan
kalam falasifah.
ﻭﻟﻴﺤﺬﺭ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻯ ﺟﻬﺪﻩ ﺍﻥ ﻳﺌﺎﺧﺬ ﺍﺻﻮﻝ ﺩﻳﻨﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺘﺐ ﺍﻟﺘﻰ ﺣﺸﻴﺖ ﺑﻜﻼﻡ ﺍﻟﻔﻼﺳﻔﺔ ﻭﺍﻭﻟﻊ ﻣﺆﻟﻔﻮﻫﺎ ﺑﻨﻘﻞ
ﻫﻮ ﺳﻬﻢ ﻭ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻛﻔﺮ ﺻﺮﺍﺡ ﻣﻦ ﻋﻘﺎ ﺋﺪﻫﻢ ﺍﻟﺘﻰ ﺳﺘﺮﻭﺍ ﻧﺠﺎ ﺳﺘﻬﺎ ﺑﻤﺎ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﺻﻄﻼﺣﺎﺗﻬﻢ
"maka hendak bersungguh-sungguh takut bagi yang baru belajar
ilmu, bahwa dia mengambil ilmu ushuluddin pada agamanya dari
kitab-kitab yang sudah dicampuri dengan kalimat-kalimat filsafat,
yang kalimat-kalimat mereka di ambil dari filsuf gila, yang jelas
kafir dengan akidah mereka.Mereka menutupi najis dari kalimat
tersebut dengan istilah-istilah yang indah.
ﻭ ﺫﻟﻚ ﻛﻜﺘﺐ ﺍﻻﻣﺎﻡ ﺍﻟﻔﺨﺮ ﺍﻟﺮﺯﻯ ﻓﻰ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻭ ﻃﻮﺍﻟﻊ ﺍﻟﺒﻴﻀﺎﻭﻯ ﻭﻣﻦ ﺣﺬﺍ ﺣﺬﻭ ﻫﻤﺎ
Kitab tersebut seperti kitab Imam Fakhrurrazi pada menyatakan
ilmu kalam,dan tawali' Baydhawi dan hal yg serupa dgn keduanya
(yang Imam Sanusi maksud, bukanlah kitab dua tersebut sesat,
karena kedua Imam pengarang diatas adalah dari golongan
ahlussunnah wal jama'ah, tetapi yg dimaksud adalah, bagi kita yg
awam hendaknya tidak membaca kitab itu, karena didalamnya
terdapat kalam filsafat, yang sebenarnya hendak pengarang tolak
kebenarannya)
ﻭ ﻗﻞ ﺍﻥ ﻳﻔﻠﺢ ﻣﻦ ﺍﻭﻟﻊ ﺑﺼﺤﺒﺔ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻔﻼﺳﻔﺔ ﺍﻭ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻪ ﻧﻮﺭ ﺍﻳﻤﺎﻥ ﻓﻰ ﻗﻠﺒﻪ ﺍﻭ ﻟﺴﻨﻪ ﻭﻛﻴﻒ ﻳﻔﻠﺞ ﻣﻦ
ﻭﺍﻟﻰ ﻣﻦ ﺣﺎ ﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭ ﺧﺮﻕ ﺣﺠﺎﺏ ﺍﻟﻬﻴﺒﺔ ﻭﻧﺒﺬ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﻭﺭﺍﺀ ﻇﻬﺮﻩ
Sedikit sekali yang selamat setelah mempelajari filsafat walau
dalam hati dan lisan mereka ada cahaya iman, mana mungkin
seseorang yang dibenci Allah dan Rasulnya, yang merobek hijab
kehebatan Allah, yang mencampakkan syariat kebelakang akan
menang?
Ada baiknya, sebelum mempelajari filsafat secara umum, kita
belajar dulu aqidah ahlussunnah wal jama'ah, yaitu ilmu tauhid
yang di ajarkan di pesantren-pesantren.Sebelum membaca buku-
buku filsafat, kita memilih dahulu, mana yang cocok dengan aqidah
tauhid kita, Untuk memelihara hal tersebut, ada baiknya kita
menghindari membaca buku filsafat, tanpa kontrol dari
ulama,sebagaimana telah difatwakan Imam Nawawi dan Ibnu
Silah,yang tertulis dalam kitab ilmu mantiq, matan sulam, bahwa
mereka memfatwakan haram mutlak mempelajari ilmu ini.Ini
semata-mata menghindari dari melencengnya aqidah orang awam.
Mereka akan berbeda, berubah, dan keras kepala, seperti sahabat
saya, semoga Allah mengembalikannya ke jalan yang benar, pada
Allah kita minta pertolongan agar dipelihara dunia akhirat, dan
dipelihara dari siksa kubur dan neraka.

No comments:

Post a Comment