Recent Posts

Contributors

WAKTU (2)

Wednesday, 1 August 2012


Saya lahir dua puluh dua tahun yang lalu.Saya suka berkhayal,terhadap suatu apapun yang saya inginkan.Duduk termenung membayangkan saya duduk dibalik meja kerja dalam meuseum dengan beberapa kertas dokumen dari zaman Firaun,atau berlari dari sudut lapangan merayakan gol semata wayang untuk klub sepak bola favorit,Manchester United.Sepanjang waktu dipenuhi dengan khayalan.Mungkin hanya itu yang dapat saya lakukan.
Nah,kali ini  saya ingin berbagi tentang apa yang ada dalam fikiran saya.Tidak muluk-muluk,hanya sebatas pada hal yang mungkin pernah Anda khayalkan juga.
Saya punya dua orang teman.Mereka akrab.Saling berbagi cerita,menangis dan tertawa bersama.Seorang dari mereka sering memperlihatkan pesan-pesan singkat dari temannya itu di telepon selulernya.Sangat akrab.Suatu ketika,salah seorang dari mereka harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,di luar daerah.Hal ini menuntut keduanya untuk berpisah.Ketika hari keberangkatannya,dia masih sempat memperlihatkan pesan dari temannya itu,penuh dengan harapan-harapan agar dia tidak melupakannya juga emoticon-emoticon tangis.Si empunya telepon genggam itu pun membalas pesannya dengan meyakinkan bahwa dialah sahabat yang paling dia sayangi,satu-satunya.Beberapa bulan belalu setelah keberangkatannya.Saya masih ingat kejadian emoticon-emoticon tangis dari pesan itu.Ini pertanda tak bakal ada perpisahan.Istilahnya “jauh dimata,dekat dihati”.Selang beberapa tahun,dengan masa-masa yang telah dilalui masing-masing di tempat yang berbeda,dia pulang dari pendidikannya,untuk sementara waktu.Saya yang masih ingat kejadian pesan itu,dengan detil-detilnya,tidak menemukan ada suatu kejadian yang sama seperti ketika mereka berpisah.Seakan tidak ada terjadi apa-apa diantara mereka.Pertanyaannya,apa yang memisahkan mereka? Kenapa keadaan berubah berbanding terbalik?
Dalam ilmu mantiq (logika arab) ada sebuah contoh tentang natijah (konklusi) dari dua muqaddimah (premis) yaitu;    العلم متغير ، كل المتغير حادث = العلم حادث  , yang artinya; ‘Alam itu berubah (premis 1),setiap yang berubah itu baharu (premis 2),oleh karena itu di tarik kesimpulan (konklusi); ‘Alam itu baharu.Jangan fikirkan tentang ilmu mantiq.Yang menarik perhatian saya adalah pada muqaddimah (premis) pertama,’alam itu berubah.’Alam disini bukan yang pernah kita pelajari di IPA Sekolah Dasar,atau ‘alam menurut para ekolog yaitu biosfer.’Alam adalah segala sesuatu yang selain Allah SWT.Maka masuk kedalam kata-kata ‘alam itu sekalian manusia,waktu,dan tempat. Kita akan menganalisa cerita diatas dari tiga hal tersebut,manusia,waktu,dan tempat.
Time will heal,waktu akan menyembuhkan.Pula akan melupakan (membuat lupa).Bagi Anda yang pernah menduduki bangku SMA tentu pernah merasakan pahitnya perpisahan.Pada hari terakhir kita berjumpa, bermacam-macam harapan keluar dari pekataan.”Saya tidak akan melupakanmu” dan sebagainya.Tapi selang beberapa bulan,kejadian akan berubah.Walaupun sesekali ada diadakan reuni tapi Anda tidak akan berbohong,kejadiannya tidak akan pernah sama dengan semasa ketika SMA.Nah,ini masalah tempat pula.Kita yang telah tamat dari SMA,pasti akan melanjutkan kehidupan.Entah itu belajar ke universitas,atau langsung mencari pekerjaan,bahkan langsung menikah.Ini menuntut kita untuk berada pada tempat yang berbeda.Ketika berkumpul kembali,ke-canggung-an akan jelas kelihatan.Semua dari kita (manusia) telah berubah,dipengaruhi oleh tempat tinggal,kehidupan sosial kita yang baru.Maka ketika berpisah,jangan sepenuhnya mengharap seseorang akan sama ketika dia kembali.Waktu akan mengubahnya,begitu pula Anda.Tempat akan membuat dia berbeda,begitu pula Anda.Dan hakikat kita sebagai ‘alam (manusia) juga akan berubah.Hal terpenting yang harus kita lakukan ketika itu adalah menerima kenyataan bahwa  kita telah berubah.Terima dia,teman Anda sebagai sosok yang baru.Jangan pernah meminta dia untuk menjadi dia yang dulu.Karena ini berlawanan dengan hakikat makna ‘alam.Disanalah letak kebijaksanaan Anda.Kata “perpisahan bukanlah akhir” memang benar adanya,tetapi Anda harus bisa menerima perubahan.Yang tetap adalah perubahan.Yang tidak pernah berubah adalah Allah.

2 comments: