Recent Posts

Contributors

KEBODOHAN ADALAH KEMEWAHAN TERSENDIRI

Monday, 16 July 2012



      Terinspirasi dengan buku “Tutte Le Barzellette Su Totti” atau Kumpulan Semua Lelucon oleh Totti, saya ingin membahas kebodohan dari sudut pandang saya.Anda pasti tidak terima bila disebut orang bodoh atau sebagainya,ini tabiat dasar manusia.Namun apa salahnya jadi orang bodoh.Bodoh memang berada dibawah peringkat pintar,dari sisi manapun kita ingin meninjaunya.Bodoh dicela,diperalat pintar,digunakan sebagai tameng,dikambinghitamkan.Entahlah,saya punya sisi berbeda dalam melihat bodoh,pun tidak menentang  pendapat mayoritas tentang kebodohan.Dan Anda perlu tau, orang pintar itu kelihatan bodoh ketika berusaha meyakinkan orang bahwa dia pintar.Dengan cara apapun,mereka selalu kelihatan serius.Menganalisa kejadian,bahkan yang sepele,dengan kepintaran mereka,sangat ilmiah.Disanalah kebodohan mereka.Mereka sulit menertawakan keseriusan.Ini membuat urusan menjadi rumit.Nah,yang demikian tidak berlaku dalam kultur  Italia.
     Francesco Totti,pesepak bola Italia,adalah salah satu contoh dari demikian banyak orang bodoh Italia.Anda tidak setuju,silahkan.Namun begitulah ceritanya.Intelejensia Totti pada kehidupan sehari-hari berbanding terbalik dengan aksinya di lapangan.Anda setuju dengan hal ini.Totti adalah il capitano klub besar AS Roma,dia juga pemain senior  timnas Italia.Suatu hari,Istrinya bertanya.”Apakah kamu pernah membaca Shakespeare?”.”Yeah,tetapi  aku tidak ingat siapa yang menulisnya”Jawab Totti.Ini adalah jawaban orang bodoh Italia.Bayangkan,dia tidak peduli bahwa yang dibacanya itu adalah karya Shakespeare.Dan Totti tidak pernah peduli dengan hal ini,jikapun Anda datang kepadanya dan mengatakan betapa bodohnya dia,mungkin hanya senyuman dan rasa kaget sebagai responnya.Beginilah tipikal orang bodoh.Tidak ada perbantahan,juga tidak mencari alasan untuk berdebat,mereka sadar mereka bodoh.Tidak demikian dengan orang pintar,sebagian besar orang pintar,yang sisanya mungkin tidak,bahkan harus berdebat untuk menemukan titik penyelesaian suatu masalah,dan sebenarnya titik itu tidak pernah ada.Saling menyerang,beradu argumen,mempertahankan ide dengan alasan kebaikan.Ah,Anda pasti sama bosannya dengan saya ketika menonton perdebatan calon pemimpin daerah di televisi.Masing-masing punya cara tersendiri untuk mengambil hati calon pemilih.Ini tipikal orang pintar.Memperalat orang bodoh.
Orang bodoh sebagian besar setia,yang sisanya mungkin tidak.Mereka memiliki loyalitas yang dalam anggapan mereka,tak ada kelebihan yang dapat mereka berikan kecuali ini.Anda bisa simak sejarah sepak bola Italia.Dimana orang-orang bodoh seperti Totti pernah ditanya,”Anda ikon AS Roma,dan meraih gelar bersamanya kecuali Liga Champion.Maukah Anda meninggalkan Roma untuk mencari title dengan klub lain?”
      “(tersenyum).Aku cuma ingin berada di Roma,mengakhiri karier pada satu-satunya klub yang pernah aku bela.Aku mencintai Roma sepenuh hati.Aku ingin meraih Liga Champion dengan kostum kebanggaanku,merah dan kuning.
      Tapi loyalitas macam ini tidak hanya di Italia,namun juga di Inggris.Kenapa Steven Gerrard masih saja betah di Liverpool setelah lama puasa gelar?mungkin juga dia orang bodoh,orang yang begitu mencerna ucapan Bill Shankly,manajer legendaris Liverpool  1981.”Hanya orang bodoh yang mengerti sepakbola,mereka memainkannya dengan hati,tidak dengan ambisi.
      Atas kebodohannya juga Totti terlepas dari catatan buruk sepak bola.Tidak ada atau mungkin jarang pemberitaan miring tentangnya.Inilah sisi saya,Anda boleh tidak setuju,tapi satu pertanyaan buat Anda,apa salahnya jadi orang bodoh?Bodoh asal jujur lebih baik dari pintar tapi brengsek.

2 comments: