Recent Posts

Contributors

DIABETES MELLITUS,AWAL SEBUAH DERITA

Sunday, 29 July 2012



Jutaan manusia di bumi…………………..
Dibutakan matanya…………………..
Dihentikan detak jantungnya……………….
Dihancurkan fungsi ginjalya……………………….
Dilumpuhkan pertahanan tubuhnya……………………..
Dikoyak kakinya……………………..

                Bapak saya adalah penderita Diabetes Mellitus atau dulu saya mengenalnya dengan nama kencing manis.Pada saat itu mungkin hanya bapak yang mengidap penyakit tersebut di daerah tempat tinggal kami.Sekitar tahun 1998,bapak masuk rumah sakit karena terkena penyakit batu karang.Beliau susah buang air kecil,kadang pernah sampai beliau menangis karena sangat sakit.Maka kami membawa beliau berobat ke RSU Sigli.Sampai disana,kata dokter beliau harus dibawa ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh.Beliau harus segera di operasi,karena batu ginjalnya sudah sebesar batu di sungai,tidak bisa dihancurkan dengan obat maupun tenaga laser (tentunya waktu itu saya tidak paham dengan semua ini).Ketika di Zainoel Abidin beliau ditangani oleh Dr.Krisna.Beliau sangat baik dan sangat peduli dengan kesehatan bapak.Singkat cerita,bapak dioperasi dan batu ginjalnya berhasil diangkat.Tapi setelah operasi,masa pemulihan luka bekas operasi  beliau lumayan lama.Kata Dr.Krisna,beliau juga menderita kencing manis,jadi lukanya tidak bisa cepat mengering.Untuk itu,bapak diperintahkan tidak segera pulang ke rumah agar dokter bisa menangani masalah kencing manis beliau.Saya tidak terlalu ingin tau tentang penyakit bapak,tapi saya masih ingat beliau diberi gula khusus untuk menjadi pendamping kopi,teh,dan makanan yang dicampur gula lainnya.Saya juga ingat beliau selalu ke apotik untuk rutin membeli obat Gliben Clamide (yang sekarang baru saya tau itu adalah obat Diabetes Mellitus).
                Dari sejak bapak di diagnosa menderita Diabetes,makanan dirumah kami jadi minim gula (dulu saya fikir penyebab utama Diabetes itu gula pasir,tapi belakangan saya baru tau kalau yang dimaksud gula itu adalah glukosa dan saudaranya). Kolak di bulan ramadhan pun harus rela dimakan dalam keadaan setengah tawar,tapi lama-kelamaan kami jadi terbiasa.Saya semakin menaruh perhatian pada Diabetes Mellitus karena katanya penyakit tersebut bisa diturunka kepada anak.Saya mulai mencari informasi dari berbagai sumber tentang Diabetes Mellitus.Dulu penyakit ini tidak begitu terkenal,sumbernya pun masih sedikit.Dan sampai saya tulis catatan awam ini,sederetan famili saya telah menderita Diabetes Mellitus.Mereka yang dulunya gemuk dan gagah,sekarang kurus tak bersemangat.
Saya mulai mecoba analisa penyebabnya dari versi awam .Dari salah satu buku yang saya baca tentang laporan kejangkitan Diabetes Mellitus di dunia,pergeseran jumlah penderita Diabetes ini dihubungkan dengan perubahan tata cara hidup.Misalnya di daerah-daerah Pasifik,penduduk dulu harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan cara menombak ikan,menu makanan terdiri dari buah-buahan,ubi-ubian semuanaya serba alamiah.Dan pada saat pariwisata mereka maju pesat,ekonomi negara maju,pendapatan perkapita penduduk naik melonjak,mereka tidak perlu bekerja berat lagi,mereka berbondong-bondong ke supermarket memborong makanan jadi dan gula.Malas mengolah makanan tradisional dan segera merubah menjadi makanan berat yang lebih praktis.Saking malasnya berjalanpun mereka tak mau,motor merupakan impian mereka.Apa yang terjadi? Segera terjadi kenaikan angka Diabetes Mellitus.Nah,asal Anda tau saja buku itu terbit pada tahun 1967 (Prior 1966, Considy 1967).
Bagaimana kejangkitan Diabetes Mellitus di Indonesia tahun 2012 ini? Bagaimana tata cara hidup mereka? Apa yang mereka makan? Apakah berjalan kaki adalah kebiasaan mereka?
Anda bisa menyimpan jawabannya dalam hati,dan kemudian renungkan.Di daerah saya di Aceh,kebiasaan makan makanan siap saji (junk food) baru-baru ini merupakan kebiasaan,terutama dikalangan remaja.Mereka merasa ini adalah kebiasaan yang keren,kebarat-baratan.Hal itu mungkin dipengaruhi oleh tontonan mereka,idola mereka yang kebiasaannya makan di restoran-restoran ibu kota.Memang benar sekarang adalah era globalisasi,serba modern,tapi kan kita tak harus mengubah life style  kita dari yang baik kepada yang buruk? Contohnya saja; seorang mahasiswa yang semasa masih sekolah menengah dulu di kampung besama orang tua,makanannya teratur dan serba tradisional,dimasak dengan cara tradisional pula.Tapi setelah memasuki jenjang universitas,tinggal sendiri atau bersama kawan,mereka mengubah pola makan mengikuti kehidupan perkotaan yang serba siap saji.Dari laporan pada buku tersebut, makanan siap saji (junk food) ini berkalori tinggi sekitar 3.200 yang terdiri dari 47% karbohidrat,40%  lemak,dan sisanya adalah protein.Ini adalah angka yang buruk terhadap kemungkinan besar terkena Diabetes Mellitus.
Anda ingin menjadi salah satu dari penderita tersebut?
Diabetes Mellitus baru awal dari sebuah derita.Ia adalah pengantar kepada penyakit komplikasi lainnya.Diantaranya;Diabetik Retinopati (kebutaan),serangan jantung koroner,ginjal,gangguan saraf (stoke),dan infeksi.
Penderita Diabetes di Aceh meningkat tajam.Ini sangat berpengaruh pada pola makan dan lingkungan.Sebagian besar masyarakat mengganti makanan kaya serat mereka seperti pisang rebus dengan ayam penyet yang tinggi kalori.Entah dimana letak modern-nya.Kurangnya pengetahuan terhadap Diabetes juga mempengaruhi mereka tidak takut untuk menyantap makanan secara asal-asalan.Padahal,seiring dengan meningkatnya Diabetes meningkat pula pengguna internet.Apakah sulit bagi mereka untuk mencari informasi tentang Diabetes di internet? tidak juga.Rata-rata pasien baru berhadapan dengan dokter setelah mereka mengalami komplikasi akibat Diabetes.Mereka menjumpai dokter setelah Diabetes berhasil menginvasi seluruh tubuhnya.Tidak ada pencegahan,apalagi pemeriksaan gula darah sejak remaja.Gaya hidup kurang bergerak dan berolahraga juga telah menjadi kebiasaan yang umum.Penduduk lebih memilih naik motor dari pada berjalan kaki atau bersepeda.Hal ini tidak mengherankan.Di Aceh,penjualan sepeda motor mencapai 600 unit per hari.Hidup ini seimbang,bertambah mudah kita dalam melakukan suatu pekerjaan karena dibantu oleh teknologi,meningkat pula penderita dengan berbagai penyakit.Namun,pilihannya ada pada kita.Gaya hidup serba mudah tapi berpenyakit atau serba capek tapi sehat.Kembali ke makanan tradisional atau ingin kebarat-baratan.Saya tidak ingin menghakimi.Tapi dari derita yang dialami sebagian famili saya yang positif Diabetes,saya jadi hati-hati terhadap penyakit yang satu ini.Dia membunuh secara diam-diam.Qat’ul Lazati,menghentikan kenikmatan hidup.Sebagai laki-laki anda pasti tidak ingin lemah bertongkat,dan sebagai perempuan anda pasti ingin melayani keluarga.Tapi itu akan berhenti setelah anda menderita Diabetes.Kembalilah ke cara hidup orang-orang terdahulu.
twitter @AkbarRafs                   www.facebook.com/monsterverbond           


No comments:

Post a Comment