Recent Posts

Contributors

Sisi Lain Kristen

Friday, 5 August 2011
Sebuah frasa yang cukup sering muncul dalam Al-Quran adalah ‘Ahli Kitab’.Frasa ini merujuk pada komunitas-komunitas  agama yang pada masa mereka masing-masing juga menerima kitab-kitab wahyu dari Allah.Lebih khusus lagi ahli kitab adalah orang-orang Yahudi dan Kristen (Nasrani).Menurut hemat ilmu saya yang biasa kita dengar,Yahudi adalah kaum Bani Israil umat Nabi Musa as ,sedangkan Kristen (Nasrani) adalah umat Nabi Isa as.Bisa kita klasifikasikan ketiga agama ini termasuk Islam merupakan  tiga agama monoteistik dan ketiga-tiganya mempunyai  banyak kesamaan,baik dari segi tradisi kenabian,maupun ajaran etis keagamaan,Kesatuan ketiga agama ini bisa kita ibaratkan bagaikan sebuah pohon.Tiap-tiap agama mendaku sebagai batang utama pohon wahyu yang benar dan vertikal,Dua agama lainnya pun dianggap sebagai cabang yang menyimpang dari batang utama.Penyimpangan kedua agama ini dari wahyu utama yang benar sudah terlanjur dikodifikasikan.Kodifikasi tersebut merupakan asal-usul Yahudi dan Kristen modern saat ini.Yahudi dikodifikasikan terutama dibawah pengaruh Ezra dan Majelis Agung (The Man of The Great Assembliy) pada kira-kira 400 tahun sebelum Masehi (SM).Sementara Kristen,setidaknya begitulah Kristen berproses ke masa-masa modern,terutama dikodifikasikan lewat ajaran-ajaran Paulus (Saul of Tarsus).Maka tidak heran jika kitalihat Kristen saat ini sangat menyimpang dari ajaran Nabi Isa (Jesus) as.Sebagai contoh, pandangan Kristen Awal setidaknya sama dengan Islam dalam menanggapi bahwa Nabi Isa (Jesus) as telah disalib.Fakta banyaknya cabang Kristen awal yang menyatakan bahwa bukanlah Jesus (Nabi Isa as) yang disalib juga dapat diverifikasi dengan mencermati apa yang disebut sebagai gospel-gospel apokrif.Misalnya, gospel Barnabas menetapkan adalah Yudas Iskariot dan bukan Jesus (Nabi Isa as).Selain itu apokalips Petrus (Petrus adalah murid yang terdekat dengan Jesus),menetapkan bahwa penyaliban Jesus hanyalah suatu penampakan saja,bukan kenyataan.Sosok yang disalib merupakan suatu pengganti atau simulakrum.Beginilah kiranya kenyataannya yang sebenarnya,walaupun tidak ada yang menyangkal fakta bahwa Islam dan Kristen Kontemporer tak bersepakat tentang apakah Jesus (Nabi Isa as) disalib atau tidak, sama-sama jelaslah bahwa ada cabang-cabang Kristen awal yang seperti Islam, menyatakan bahwa Jesus tidak disalib.Terlepas apakah umat Kristen Kontemporer mulai memikirkan atau tidak memikirkan kembali keyakinan mereka sendiri perihal penyaliban Jesus, diharapkan bahwa melalui fakta yang telah diungkapkan di atas mereka akan memiliki pemahaman yang lebih toleran tentang mengapa Islam dapat menyatakan bahwa Jesus tidaklah disalib.
                Begitu pula tentang sifat-sifat Jesus (Nabi Isa as), Islam meyakini bahwa Jesus adalah seorang manusia, namun dipilih Allah untuk menjadi seorang Nabi dan Rasul.Ia bukanlah salah satu dari tiga sosok yang memiliki zat yang sama dalam Tuhan trinitas, juga bukanlah secara literal merupakan “anak Tuhan” sebagaimana diyakini oleh umat Kristen Kontemporer saat ini.Islam hanya meyakini bahwa Jesus adalah Nabi dan rasul Tuhan bagi orang-orang Israel.Meskipun membenarkan kelahiran Jesus (Nabi Isa as) dari rahim seorang perawan,Islam tetap menyatakan bahwa Jesus diciptakan oleh Allah,bukan diperanakkan oleh-Nya.Dengan demikian, frasa “anak Tuhan” tak lebih dari sebuah metafor yang menyesatkan.Namun demikian,kita tidak bisa menganggap secara universal bahwa orang-orang Kristen adalah sebagaimana yang diwakili oleh Kristen Kontemporer, karena terdapat beberapa cabang Kristen awal yang setidaknya sama dengan keyakinan Islam tentang Jesus (Nabi Isa as).Berbeda dengan Kristen Pauline (Kristen yang diajarkan oleh Paulus yang merupakan pelopor Kristen modern) yang menganggap Jesus (Nabi Isa as) adalah manusia sekaligus Tuhan, terdapat cabang Kristen awal yang menganggap Jesus hanyalah seorang manusia namun dipilih Tuhan untuk menjadi rasul.Antara lain mereka yang menganut teologis adopsionisme (teologi yang percaya bahwa Jesus hanya manusia biasa,yang dikandung secara ajaib,serta Tuhan menganugerahkan kebijaksanaan dan kenabian).Pandangan ini dikemukakan oleh Theodotus yang berkelana dari Bizantium ke Roma.Ringkasnya,Theodotus berkeras menolak konsep bahwa Jesus adalah Putra Tuhan dan harus disembah,atas pandangannya ini dia dikucilkan oleh Paus Viktor 1.Kemudian terdapat Dionisisus dari Aleksandria,dia ditahbiskan menjadi uskup Aleksandria pada 248-264 M.Dionisius menekankan subordinasi Jesus di bawah Tuhan, berargumen bahwa Jesus tidaklah eksis sebelum dilahirkan, bahwa, karenanya ada waktu dimana Jesus tidaklah eksis, dan bahwa Jesus tidaklah abadi,Karena bukan sesuatu yang abadi maka Jesus mestinya merupakan suatu kreasi/poiema dan sebuah produk/geneton (dalam ilmu tauhid Islam disebut Muhdis atau yang baharu).Sedikit kita singgung mengenai hal ini menurut Ilmu Tauhid Islam. Salah satu dari sifat Allah adalah Qadim,hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah mengalami ketiadaan, serta Baqa yang menunjukkan bahwa Allah abadi.Maka berdasarkan hal ini dapat disimpulkan pandangan Dionisius sama dengan Islam bahwa Jesus bukanlah Tuhan, karena tidak bersifat Qadim serta Baqa.
                Pandangan adopsionisme Kristen Awal ini mengalami puncaknya di bawah ajaran Arius.Arius lahir di Libya pada 250 M,ditahbiskan menjadi pendeta di gereja Baucalis, Aleksandria, Mesir.Uniknya, Ajaran Arius kerap senada dengan Islam.misalnya dia menyatakan bahwa; (1) kehidupan Jesus sebagaimana digambarkan dalam gospel-gospel kanonik memperlihatkan bahwa Jesus tidaklah hadir dengan sendirinya,bahwa ia berubah dan berkembang sepanjang waktu,dan menjalani tahapan-tahapan kelahiran,masa kanak-kanak,masa remaja,dan masa dewasa dan bahwa ia terbatas, punya waktu tertentu untuk dikandung dan dilahirkan; karena itu, Jesus adalah makhluk ciptaan Tuhan, yang diseur untuk hadir dari ketiadaan serta tidak memiliki keunikan yang absolute yang sama dengan Tuhan,tidak memiliki subtansi yang sama dengan Tuhan dan hanya sebagai subordinasi dihadapan Tuhan.
                Karena ajaran yang dibawa Arius ini (Arianisme) berkembang pesat,yaitu yang menyatakan bahwa Jesus hanyalah kreasi (ciptaan) dan berbeda dengan Tuhan (sebagai sang Pencipta), maka pada September 323, secara resmi Arius di-ekskomunikasi-kan (dikeluarkan dari keanggotaan Gereja Katolik Roma).Namun, ekskomunikasi ini dibatalkan sebulan kemudian pada Oktober 323.Akhirnya, Kaisar Konstantin terpaksa menyelenggarakan Konsili Nisea pada Mei 325.Bagi Anda yang pernah menonton film The Davinci Code mungkin mengetahui fakta ini.Disinilah mungkin penyimpangan terbesar ajaran Kristen.Di bawah tekanan tentara Konstantin, konsili tersebut  akhirnya memformalisasikan doktrin Jesus merupakan satu subtansi dengan Tuhan (satu zat dengan Tuhan).Arius menolak menandatangani syahadat ini, dan karenanya dicap sebagai seorang heretic yang mempraktikkan bidah.Faktanya pula, banyak uskup menolak menghadiri Konsili Nisea (hanya 300 uskup yang hadir), karena ketakutan dipaksa militer untuk menganut pandangan teologis yang tidak mereka kehendaki.Banyak uskup lain yang dibawah tekanan persenjataan telah mengesahkan syahadat Konsili Nisea,menarik kembali suara mereka di Nisea setelah kembali ke tempat masing-masing.Begitulah pandangan Kristen awal berkenaan dengan isu sifat Jesus.Faktanya ajaran-ajaran Adopsionis,Subordinasi,Arianisme,serta Theodorisme begitu mirip dengan ajaran Islam mengenai sifat Jesus (Nabi Isa as).
                Satu lagi isu yang membuat masyarakat Aceh  alergi dengan Kristen adalah cara mereka mengkonseptualkan sifat Tuhan.Islam dan Kristen Kontemporer (Kristen saat ini) berbeda pandangan mengenai sifat Tuhan, kendati demikian, sejumlah cabang Kristen awal secara ketat tanpa kompromi sepakat dengan konsep Islam terhadap sifat Tuhan,dimana Tuhan merupakan Zat Yang Maha Esa dan Tidak Terbagi-Bagi (dalam Ilmu Tauhid Islam ditunjukkan oleh sifat Wahdaniyah).Lebih jauh lagi, sebagaimana diberitakan oleh Perjanjian Baru, Keesaan Tuhan juga dapat ditekankan dalam setiap perkataan Jesus;
                “Lalu seorang ahli Taurat,yang mendengar Jesus dan orang-orang Saduki bersoal
                  Jawab dan tahu, bahwa Jesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu
                 Datang kepadanya dan bertanya; “hukum manakah yang paling utama?”Jesus
                 Menjawab; “hukum yang utama ialah;Dengarlah hai orang Israel,Tuhan kita Allah,
                Tuhan itu Esa”(Markus 12:28-29)

                Cabang Kristen awal mendukung konsep Islam tentang keesaan Tuhan.Mereka yang menganut Arianisme,Anomoeisme, Nestorianisme,menyangkal konsep Tuhan Trinitas dan mengakui keesaan Tuhan serta kemanusiaan seorang Jesus.Sekali lagi pada dasarnya,Kristen awal selaras dengan keyakinan Islam yang memegang teguh monoteisme dalam memproklamirkan keesaan Tuhan (Tauhid).
              Dan bagaimana orang Muslim berinteraksi dengan orang Kristen?berikut petikannya;
Pertama, Pada Tahun 622, Nabi Muhammad mengeluarkan perjanjian Madinah (safihat al-Madinah).Perjanjian ini merinci masalah hubungan antara kaum Muhajirin (umat muslim yang berhijrah dari Mekkah ke Madinah) dengan kaum non-muslim penduduk Madinah.Perjanjian Madinah secara spesifik menetapkan bahwa orang-orang Yahudi di Madinah merupakan satu komunitas kaum muslim yang beriman,bahwa mereka bebas untuk menganut dan mempraktikkan agama mereka sendiri.Perjanjian Madinah mengikat orang-orang Yahudi dan Arab untuk bersatu dalam sebuah Negara Islam.Perjanjian tersebut juga melarang kedua belah pihak melakukan dosa-dosa berkenaan dengan prasangka ter hadap pihak lainnya, dan mengamanatkan agar hubungan mereka satu sama lain didasarkan pada saran-saran,konsultasi,dan amal saleh yang sama.
                “Al Irbad bin Sariyat Al-Sulami mengatakan;Nabi bersabda : “Tuhan tidak mengizinkan
                Kamu (muslim) untuk memasuki rumah para ahli Kitab tanpa seizin mereka, atau memukuli
                Perempuan mereka,……… (HR Abu Dawud)
Kedua,Pada masa Kekaisaran Bizantium, seolah-olah sebagai pemerintahan Kristen, dengan kejam membunuhi orang-oarang Yahudi dan kelompok-kelompok Kristen seperti Nestorian dan Arianisme.Dibandingkan tirani yang mereka alami dibawah saudara se-Kristen, komunitas Kristen tersebut memandang pemerintahan muslim lebih menjamin kebebasan beragama dan ibadah mereka,toleran,serta fleksibel.Dengan demikian, banyak komunitas Yahudi dan Kristen bekerja sama dengan orang-orang Islam dalam mengambil alih wilayah-wilayah Kekaisaran Bizantium yang luas.Bahwa harapan dan impian minoritas religious yang tadinya teraniaya,baik Yahudi maupun sempalan-sempalan Kristen, terhadap kerajaan Bizantium yang seolah-olah Kristen, tidak dikhianati oleh orang Muslim.Cerita ini dapat diilustrasikan sbb; (1) Ketika masuk dalam wilayah Islam yang dipimpin oleh Khalifah Umar bin Khattab, secara khusus menjamin perlindungan dan harta benda orang-orang Kristen yang tinggal di Jerusalem, Lod, Bethlehem.Mengumumkan bahwa gereja-gereja mereka harus dihormati,serta melarang mengambil alih gereja Kristen sebagai tempat peribadatan mereka (muslim).(2)ketika Al-Madain, yang kini dikenal sebagai Irak, menjadi bagian Negara Islam, sebuah deklarasi perlindungan diberikan kepada Pratiark Nestorian, Yeshuyab III (650-660), oleh pemerintah Islam.Sekali lagi orang-orang Kristen, gereja-gereja dilindungi oleh pemerintah Muslim.Maka Pratiark Nestorian belakangan menulis pada uskup Persia bahwa muslim “tidak menyerang agama Kristen,namun cenderung telah menghargai keyakinan kami,menghormati pendeta-pendeta kami,dan memberikan manfaat pada gereja-gereja kami”
                Demikian pembahasan singkat mengenai konsep Kristen .Demikian.

No comments:

Post a Comment