Recent Posts

Contributors

Bikin orang tertawa mendapat pahala?

Friday, 12 August 2011

                Ketika Ramadhan telah memasuki hari ke -9 pada tahun 2011,saya mendapat sebuah SMS yang kira-kira pesannya begini:
                seorang penyiar radio sedang terlibat percakapan via telepon dengan fans !!
                Fans: hello,dengan radio Bagia?
                Penyiar: betul,dgn cpa ne?
                Fans: Tobing…boleh request gak?
                Penyiar: boleh,mau request apa?
                Fans: tolong puterin azan maghrib donk !! udah laper ni
                Heheheheheheheh
                Kirim ke teman lainnya,karena kalo bikin orang tertawa mendapat pahala!!
                Menafikan segala pendapat,soal mendapat pahala atau tidak,itu tergantung niatnya atau tidak,justru mengusahakan agar orang lain tertawa akan memperoleh siksa neraka.Tersebut didalam kitab Al-Jauhar Al-Mauhub wa Manhabat Al-Qulub karangan Syeikh Ali bin Abdur Rahman Al-Kalantani pada bab –menegah tertawa- ,sabda Nabi SAW  “man takallama bi kalimatin hatta yadhaka julsa-u hu ‘adzabahu Allahu ta’ala fi al-nar”  (barang siapa berkata-kata dengan satu kalimat supaya tertawa-tawa dengan dia oleh segala orang yang duduk sertanya,disiksa akan dia oleh Allah di dalam neraka).
                Pada riwayat yang lain,dari Turmidzi dan Ibnu Majah dan Hakim,dari Abi Hurairah ra: “anna al-rajula layatakallamu bi al-kalimati la yara bi ha ba’san yahwa bi ha sab’ina kharifan fi al-nar” (bahwa seorang laki-laki sungguhnya berkata ia dengan satu kalimat yang tertawa dengan dia oleh kaumnya,niscaya masuk ia tujuh puluh tahun di dalam neraka).
                Mungkin kita juga pernah bergurau bersama teman,mengatakan suatu hal yang lucu sehingga tertawa bersama,tak dipungkiri saat demikian adalah momen yang sangat indah,menghindari kita dari stress terhadap aktifitas,Namun bagaimana jika hal tersebut dapat mengantar kita kepada siksa neraka? Sebentar,setelah dari pemaparan hadis tersebut,Syeikh Ali mengutip tulisan Imam Al-Ghazali yang terjemahannya “Dikehendaki dengan dia (tertawa) itu barang yang ada padanya menyakiti hati orang muslim atau seumpamanya,tiada semata-mata bergurau-gurau yang harus”.Maka jelas yang dimaksud tertawa dari hadis di atas adalah yang dapat menyakiti hati orang muslim atau seumpamanya,tapi sebagian kaum sufi tetap melarang tertawa,karena dapat mematikan hati, sabda Nabi SAW; “kasratu dhahka,tumitu al-qalba (banyak tertawa itu mematikan hati),dan para ulama juga melarang muridnya tertawa,karena bisa menyebabkan lupa ilmu,sabda Nabi SAW; “ man dhahaka fa qahqaha fa qad nasiya baban min al-ilmi” (barang siapa tertawa-tawa seperti bahwa nyata suaranya maka bahwa sungguhnya lupa ia satu bab dari pada Ilmu) 
                Kemudian Syeikh Ali mengutip dari pada Syeikh Hasan Basri ra; “bermula tertawa-tawa dua bahagian; satu bahagian tertawa yang dikasih oleh Allah,satu bahagian tertawa yang dimurkai Allah.Adapun tertawa yang dikasih Allah itu tersenyum seseorang dihadapan saudaranya karena menyukakan hatinya.Dan adapun tertawa-tawa yang dimurkai Allah yaitu tertawa dari pada perkataan seorang yang berkata-kata dengan kalimat yang  fasid supaya tertawa-tawa ia dan orang yang bersamanya maka yaitu memasuk oleh Allah akan dia tujuh puluh tahun kedalam neraka”
                Demikian perihal tentang tertawa atau membikin orang lain tertawa,selebihnya terserah Anda.Seperti kata syair;
Idza lam takhsya ‘aqibatallaili  (apabila tiada engkau takut akan penghabisan segala malam)
Wa lam tastahi,fashna’ ma tasya-u  (dan engkau tiada malu,maka kerjakan olehmu apa saja yang engkau kehendaki)

No comments:

Post a Comment